Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Gelar Bimtek Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi
CIREBON – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon melalui Bidang Bina Konstruksi terus berkomitmen memperkuat infrastruktur pengairan guna mendukung produktivitas pertanian daerah. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi yang ditujukan bagi para petugas lapangan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Cirebon Pada Tanggal 05 Mei 2026.
Acara yang dipusatkan di kantor dinas terkait ini, dibuka oleh Sekretaris Dinas PUTR Kabupaten Cirebon, Bapak R. Tomy Hendrawan, S.T.. Dalam arahannya, Tomy menekankan bahwa petugas irigasi adalah garda terdepan dalam memastikan ketahanan pangan masyarakat Cirebon.
"Pemeliharaan irigasi bukan sekadar rutinitas, tapi tanggung jawab besar untuk memastikan ketersediaan air sampai ke lahan petani secara adil dan merata. Kita ingin petugas memiliki standar teknis yang seragam di seluruh wilayah," ujar Tomy saat membuka acara.
Hadir sebagai narasumber teknis dari Balai Teknik Irigasi Kementrian Pekerjaan Umum,Bapak M. Arif Jamaludin, S.Tr.T., memaparkan materi komprehensif mulai dari hulu hingga hilir pengelolaan air. Fokus utama materi mencakup Konsep Pengelolaan Jaringan Irigasi dan aspek administratif penting seperti tata cara pengisian Blangko O (Operasi).
Tak hanya teori, peserta juga diajak mendalami metode pengukuran debit air menggunakan alat bantu pelampung. Metode ini sangat ditekankan karena sifatnya yang praktis namun tetap akurat untuk memantau ketersediaan air di saluran terbuka secara cepat.
Menariknya, M. Arif juga memperkenalkan Aplikasi SMOPI (Sistem Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Irigasi) sebagai terobosan digitalisasi pelaporan irigasi.
"Dengan SMOPI, data dari lapangan bisa masuk secara real-time. Tidak ada lagi keterlambatan laporan manual. Ini adalah langkah kita menuju smart irrigation di Kabupaten Cirebon," ungkap M. Arif Jamaludin dalam sesinya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh jajaran petugas irigasi mampu meningkatkan efisiensi pembagian air, sehingga konflik antar pengguna air dapat diminimalisir dan hasil panen petani semakin optimal.